Sebelum membahas 3 tahapan utama cara pasang instalasi penangkal petir dan perawatan-nya, sering kali timbul pertanyaan bagaimana cara kerja sistem penangkal ini ? apakah bangunan atau hunian kita harus di pasang alat petir ini ? Lalu bagaimana Perawatan penyalur petir ini ?

jawabanya tergantung wilayah dan tingkatan dari suatu hunian tersebut,mari kita bahas langkah awal adalah memahami prinsip dasar cara kerja penangkal petir itu sendiri.

Prinsip dan cara kerja alat ini

Masih banyak yang berangapan bahwa cara dan prinsip kerja alat petir itu menarik petir dari air termination (ujung penangkal) untuk kemudian disalurkan ke grounding melalui media kabel konduktor, lebih tepatnya sistem penangkal petir ini meyediakan jalur arus petir yang di hasilkan dari muatan listrik karna ketidakseimbangan antara awan dan bumi (baca :masa )

Atau gesekan antar awan muatan negatif dan muatan positif itu sendiri, ketika perbedaan muatan menjadi terlalu besar maka akan terjadi pelepesan listrik yang kita kenal sebagai petir, oleh karena itu sistem proteksi petir ini dibuat dan dirancang untuk memenimalisir kerusakan struktual akibat sambaran petir.,sistem proteksi petir sendiri terbagi menjadi 2 bagian :

Sistem proteksi eksternal

  • Intersepsi sambaran petir langsung melalui terminal udara
  • Pembuangan arus petir yang aman ke grounding/pembumian melalui kabel konduktor

kesimpulan : sistem proteksi ini berfungsi untuk melindungi bangunan dan segala isinya dari kerusakan akibat sambaran petir langsung

Sistem proteksi internal

  • Pencegahan terhadap lonjakan petir yang merambat melalui media lain dan di butuhkan alat atau perangkat yang berfungsi untuk mencegah tegangan arus merambat ke perangkat lain-nya. sistem ini juga memerlukan pembuatan grounding yang terpisah dari proteksi eksternal dan dibantu dengan alat surge arrester.

Kesimpulan : sistem proteksi ini berfungsi untuk melindungi bangunan dan alat perangkat dari arus petir induksi medan magnetik yang terkoneksi dengan jaringan listrik..

Baca juga : mengenal jenis petir dan sambaranya

Apakah hunian kita perlu di pasang alat penangkal petir ?

Secara data statistik, petir adalah bahaya cuaca yang paling sering dialami terlebih lagi untuk wilayah yang rawan akan petir / guruh untuk memenimalisir kejadian yang tidak di inginkan, ini dikembalikan kepada penghuni tersebut

  • Apakah hunian anda termasuk daerah yang frekuensi sambaran petir-nya tinggi
  • Rumah atau hunian anda tinggi bangunanya
  • Hunian anda dekat atau di kelilingi dengan pe-pohonan yang tinggi
  • Hunian yang jauh dari bangunan lainya atau lahan terbuka seperti peternakan

Dan untuk pemilik bangunan tertentu di atas 20 meter ada baiknya memasang penangkal petir Mengacu pada Permenaker No. Per.02/Men/1989 walaupun tidak disebutkan kewajiaban untuk memasang alat ini.

mengingat kita tinggal di wilayah yang rawan petir. ,indonesia adalah salah satu dari beberapa negara yang intensitas terjadinya petir di beberapa wilayah cukup tinggi. karena letak geografis yang dilalui garis kahtulistiwa., indonesia beriklim tropis lebh mudah terjadi sehingga menyebabkan semakin tinggi jumlah sambaran petir yang terjadi atau yg sering di sebut hari guruh ( Thunder Storm Days )

Seperti yang dikutip tirto.id jumlah korban tewas akibat sambaran petir priode 2016  yang bersumber dari data BMKG dan peta sambaran petir di beberapa wilayah Indonesia sbb :

 Jumlah korban sambaran petir sumber : tirto.id

data sambaran petir

Data sambaran petir pertahun 2020 sumber : BMKG

jika dlihat dari peta sambaran yang di tampilkan BMKG adalah tipe petir (CG) Cloud to Ground/Petir awan ke tanah dimana tipe jenis petir ini yang paling berbahaya karena berasal dari pusat muatan yang lebih rendah dan mengalirkan muatan negatif ke tanah

Dari lampiran di atas semoga menjadi pertimbangan untuk memutuskan apakah hunian kita perlu dipasang alat untuk memproteksi datangnya petir ?

Kembali ke pembahasan di awal tentang cara pasang instalasi penangkal petir dan perawatanya. sebelum memutuskan untuk memasang alat instalasi petir-nya, ada baiknya anda perhatikan jenis proteksi petir apa yang cocok untuk hunian anda agar tidak merusak estetika bangunan anda.,terdapat 2 tipe yang sudah kami bahas sebelumnya silahkan kunjungi artikel di bawah ini :

1. Instalasi Grounding sistem

Pada tahap awal pengerjaan di mulai dengan mengerjakan bagian grounding sistem terlebih dahulu, dengan pertimbangan keamanan dan kemudahan maka cari lokasi yang terdekat dari letak sistem penangkal yang akan dipasang.

Setelah menentukan titik grounding langkah selanjutnya adalah instalasi pengeboran/pembumian dan pemasangan material batang pembumian (ground rod/Cooper Rod) yang nantinya dikoneksikan dengan kabel penyalur,kemudian dilakukan pengukuran resistansi/tahanan tanah menggunakan Earth Testermeter apabila hasil pengukuran tersebut menunjukan < 5 Ohm maka tahapan kerja berikutnya dapat dilakukan.

Seandainya hasil resistansi/tahanan tanah menunjukan > 5 Ohm maka di lakukan pembuatan atau penambahan grounding lagi di sebelahnya dan di pararelkan dengan grounding pertama agar resistansi/tahanan tanahnya menurun hingga mendapatkan nilai yang sesuai dengan standarnya < 5 OhmΩ

pada prakteknya dilapangan nilai resitensinya maksimal 3 OhmΩ ( setiap daerah berbeda – beda hasil dari resistensi ketahanan tanah )

tahapan instalasi grounding sistem

proses awal pembuatan grounding

2. Kabel Penyalur / Konduktor

Setelah selesai membuat grounding, langkah selanjutnya adalah memasang kabel penyalur (Down Conductor) dari titik grounding sampai keatas bangunan ataupun sebaliknya, tentunya dengan mempertimbangkan jalur kabel yang terdekat dengan pembuatan grounding dan hindari banyak belokan/tekukkan 90 derajat,

Agar tidak terjadi lonjakan arus dan meminimalisir kebutuhan material serta kualitas instalasi dapat efektif dan efisien.,Kabel penyalur petir yang biasa di gunakan antara lain :

  • Kabel BC (Bare Cooper) kabel yang tidak berisolasi terdiri dari tembaga yang di pilin, biasa di aplikasikan diluar ruangan dengan memasukanya ke dalam pipa pvc/conduit untuk menghindari lonjakan petir atau induksi. sekaligus berfungsi sebagai kabel penghantar untuk grounding pembumian,kabel ini di pakai untuk pemasangan instalasi petir konvensional.

 

  • Kabel NYY dan NYA Kabel ini berisolator dengan inti tembaga tunggal dan berisolasi pvc,untuk jenis nyy ada tambahan selubung luar (2 Lapis) kedua jenis kabel ini biasa digunakan sebagai penyalur arus dari head penangkal petir untuk kemudian dikoneksikan ke dalam busbar yaitu susunan konduktor yang biasanya berupa pelat tembaga atau alumunium yang digunakan dalam sebuah panel, kabel ini biasa di pakai untuk pemasangan instalasi petir Elektrostatis.

 

  • Kabel Coaxial Coaxial HVSC 2 x 35 mm & Coaxial N2XSY 1 x 70 mm mempunyai kemampuan yang lebih sempurna dalam menyalurkan arus listrik yang disebabkan oleh sambaran petir hal ini dikarenakan kedua jenis kabel ini memiliki multi isolator ( isolator berlapis banyak ) dan berdiameter lebih besar dari jenis kabel lainya, untuk pengapliasian-nya harus diperhitungkan dengan tepat mengingat dari sisi ekonomi lebih mahal dan area yang akan di cover biasanya area bertegangan tinggi

Untuk tempat – tempat tertentu sebaiknya di beri pipa pelindung (Conduite) dengan maksud kerapihan dan keamanan.

kabel penyalur untuk pasang penangkal petir

kabel penyalur / down conductor

3. Head terminal / Ujung penangkal petir

Bila kabel penyalur petir telah terpasang dengan rapih, maka tahap selanjutnya pemasangan head terminal petir/ujung penangkal yang bentuknya runcing,penempatan ujung penangkal harus di atas bangunan yang paling tinggi.

  • Minimal 60Cm s/d 1 mtr diatas bangunan untuk sistem konvensional
  • Untuk sistem elektrostatis minimal 6 meter di atas bangunan dengan dibantu alat penunjang lainya kemudian di hubungkan dengan kabel konduktor sampai ke grounding yang sudah di tentukan.

 

pasang penangkal petir

proses tahapan pemasangan head terminal petir

Lalu bagaiamana pemiliharaan atau perawatan penyalur petir ini ?

Mengacu pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja NO. :PER. 02/MEN/1989 Tentang Pengawasan Instalasi Penyalur Petir maka alat yang dipasang harus menjalani inspeksi dan pemeliharaan berkala, bisa dilakukan setahun sekali atau pada saat perubahan bentuk bangunan/renovasi. lalu langkah apa saja untuk pemeliharaan agar sistem proteksi petir dapat bekerja secara optimal ?

Berikut ini beberapa langkah inspeksi dan pemiliharan sistem proteksi petir :

  • Untuk memudahkan langkah awal adalah pengecekan nilai resitensi tanah/grounding (earth resistancy) apakah hasilnya masih menunjukan nilai standar ketahanan tanah maksimal 5 Ohm, yang mengacu pada persyaratan umum Instalasi Listrik atau PUIL 2000 dan refrensi untuk Standar nilai resistansi pembumian yang bersumber dari PER02/MEN/1989 tentang pengawasan instalasi penyalur petir (Pasal 54)

  • Pemeriksaan semua terminal udara apakah ada yang rusak atau pecah, di beberapa kasus system konvensional mengalami pembengkok-an di ujung penangkal-nya akibat sering tersambar petir.,ini di karenakan bahan dari splitzen (ujung runcing ) yang terbuat dari tembaga lebih rentan dibandingkan dengan system petir elektrostatis yang berbahan leibh soild pada ujung penangkalnya.

 

  • Periksa semua alat konektor yang terhubung seperti kabel penyalur (Down Conductor) pastikan tidak ada yang longgar yang dapat menyebabkan lonjakan arus petir

Demikian informasi tentang tahapan utama cara pasang instalasi penangkal petir dan perawatanya semoga bisa menjadi bahan pertimbangan